05 September 2010

Perjalanan

Langkah ke depan satu-satunya jalan..
Samar. Penuh keraguan dan harapan.
Selalu menyimpan pertanyaan di kemudian hari.

Tentang Perjuangan., menuju jalan pulang.!

Menyerah

Aku angkat tangan.
Menyerah di titik ini.
Habis tenaga.
Terlalu banyak arah.
Terlalu letih perjalanan.

Langkah selanjutnya,
Lurus kedepan.

Aku Tidak

Kau percaya..
Kalau bintang jatuh mengabulkan doa
Kau percaya..
Di bulan sabit sana duduk seorang putri
Kau percaya..
Satu tangkai bunga bisa wangi seisi ruang
Kau percaya..
Kalau sendiri terlalu sunyi

Aku tidak.!
Semenjak menulis tak lagi perlu pena

02 September 2010

Gelas

Aku titip gelas ya
Isinya cinta, memabukkan
Jangan kau teguk
Nanti kau gila
Mencariku hingga ke pelosok
Simpan saja di kolong tidurmu
Agar tak kau pandang setiap waktu

Ini gelas antik. Unik
Meskipun aneh katamu
Sering kubuat minum bersama sahabat
Sebatas mabuk dan tertawa
Menang kalah, jatuh bangun
Kami tetap bersulang
Agar semangat tetap menyala

Gelas itu
Berisi cinta sekarang
Hanya Satu teguk
Simpan ya..
Gelasnya ku ambil lagi nanti
Airnya.! buat siram bunga di hatimu..

Perpisahan Musisi

Sudah jauh perjalanan kita
Hingga tak ada lagi kata ragu
Dari pintu ke pintu
Kota ke kota

Dari gelas ke gelas
Hutan ke hutan yang lain

Mencuri seteguk waktu
Demi sebungkus makan bersama

Sudah cukup jauh
Sampai tiba kita disini
Di persimpangan lainnya
Arah kita berbeda
Walau lagu kita sama

Aku akan selalu meniup seruling
Agar kau mainkan gitarnya
Menabung nada untuk masa nanti

Seketemunya lagi semua tinggal di rajut
Jadi irama keras yang menggoyang...

Sampai Ketemu

Hey.., sebentar saja
Aku akan hilang di kesunyin malam
Melepaskan langkah ke tanah asing
Tempat matahari bersinar lebih dahulu

Sendiri.., sebab itu ku kembali sendiri
Cukup banyak yang harus ditinggalkan
untuk banyak itu sendiri

Mungkin memang begitu sebuah belati
Tak perlu sepasang..satu cukup
Seperti juga pena, menulis hingga ke dalam

Sampai ketemu di sebuah taman…