Langkah ke depan satu-satunya jalan..
Samar. Penuh keraguan dan harapan.
Selalu menyimpan pertanyaan di kemudian hari.
Tentang Perjuangan., menuju jalan pulang.!
Aku ingin membacamu dengan khusyuk, bagai sebuah Kitab. Lalu aku akan tinggal diam di dalam hatimu untuk membaca diriku sendiri.
05 September 2010
Menyerah
Aku angkat tangan.
Menyerah di titik ini.
Habis tenaga.
Terlalu banyak arah.
Terlalu letih perjalanan.
Langkah selanjutnya,
Lurus kedepan.
Menyerah di titik ini.
Habis tenaga.
Terlalu banyak arah.
Terlalu letih perjalanan.
Langkah selanjutnya,
Lurus kedepan.
Aku Tidak
Kau percaya..
Kalau bintang jatuh mengabulkan doa
Kau percaya..
Di bulan sabit sana duduk seorang putri
Kau percaya..
Satu tangkai bunga bisa wangi seisi ruang
Kau percaya..
Kalau sendiri terlalu sunyi
Aku tidak.!
Semenjak menulis tak lagi perlu pena
Kalau bintang jatuh mengabulkan doa
Kau percaya..
Di bulan sabit sana duduk seorang putri
Kau percaya..
Satu tangkai bunga bisa wangi seisi ruang
Kau percaya..
Kalau sendiri terlalu sunyi
Aku tidak.!
Semenjak menulis tak lagi perlu pena
02 September 2010
Gelas
Aku titip gelas ya
Isinya cinta, memabukkan
Jangan kau teguk
Nanti kau gila
Mencariku hingga ke pelosok
Simpan saja di kolong tidurmu
Agar tak kau pandang setiap waktu
Ini gelas antik. Unik
Meskipun aneh katamu
Sering kubuat minum bersama sahabat
Sebatas mabuk dan tertawa
Menang kalah, jatuh bangun
Kami tetap bersulang
Agar semangat tetap menyala
Gelas itu
Berisi cinta sekarang
Hanya Satu teguk
Simpan ya..
Gelasnya ku ambil lagi nanti
Airnya.! buat siram bunga di hatimu..
Isinya cinta, memabukkan
Jangan kau teguk
Nanti kau gila
Mencariku hingga ke pelosok
Simpan saja di kolong tidurmu
Agar tak kau pandang setiap waktu
Ini gelas antik. Unik
Meskipun aneh katamu
Sering kubuat minum bersama sahabat
Sebatas mabuk dan tertawa
Menang kalah, jatuh bangun
Kami tetap bersulang
Agar semangat tetap menyala
Gelas itu
Berisi cinta sekarang
Hanya Satu teguk
Simpan ya..
Gelasnya ku ambil lagi nanti
Airnya.! buat siram bunga di hatimu..
Perpisahan Musisi
Sudah jauh perjalanan kita
Hingga tak ada lagi kata ragu
Dari pintu ke pintu
Kota ke kota
Dari gelas ke gelas
Hutan ke hutan yang lain
Mencuri seteguk waktu
Demi sebungkus makan bersama
Sudah cukup jauh
Sampai tiba kita disini
Di persimpangan lainnya
Arah kita berbeda
Walau lagu kita sama
Aku akan selalu meniup seruling
Agar kau mainkan gitarnya
Menabung nada untuk masa nanti
Seketemunya lagi semua tinggal di rajut
Jadi irama keras yang menggoyang...
Hingga tak ada lagi kata ragu
Dari pintu ke pintu
Kota ke kota
Dari gelas ke gelas
Hutan ke hutan yang lain
Mencuri seteguk waktu
Demi sebungkus makan bersama
Sudah cukup jauh
Sampai tiba kita disini
Di persimpangan lainnya
Arah kita berbeda
Walau lagu kita sama
Aku akan selalu meniup seruling
Agar kau mainkan gitarnya
Menabung nada untuk masa nanti
Seketemunya lagi semua tinggal di rajut
Jadi irama keras yang menggoyang...
Sampai Ketemu
Hey.., sebentar saja
Aku akan hilang di kesunyin malam
Melepaskan langkah ke tanah asing
Tempat matahari bersinar lebih dahulu
Sendiri.., sebab itu ku kembali sendiri
Cukup banyak yang harus ditinggalkan
untuk banyak itu sendiri
Mungkin memang begitu sebuah belati
Tak perlu sepasang..satu cukup
Seperti juga pena, menulis hingga ke dalam
Sampai ketemu di sebuah taman…
Aku akan hilang di kesunyin malam
Melepaskan langkah ke tanah asing
Tempat matahari bersinar lebih dahulu
Sendiri.., sebab itu ku kembali sendiri
Cukup banyak yang harus ditinggalkan
untuk banyak itu sendiri
Mungkin memang begitu sebuah belati
Tak perlu sepasang..satu cukup
Seperti juga pena, menulis hingga ke dalam
Sampai ketemu di sebuah taman…
26 Agustus 2010
Langganan:
Postingan (Atom)