25 Mei 2012

Malam Bagiku


Begitulah malam kawan,
kadang berbunga-bunga, 
kadang penuh bisa dan taring.
Namun seringkali tak bertuan.!

Rindu tak sampai


Aku sering mengirim rindu untukmu, sayang.!
dari batas awan tempatku mendulang sepi.

Menerobos pohon-pohon beku, 
telusuri gunung-gunung angkuh,
seringkali terjebak diantara senja dan adjan magrib.

Lalu melesat dan angin membawanya jauh ke atas.
Hingga melayang rasa jiwaku..

Kemudian, ketika hujan tiba..
Tiba-tiba saja aku terasa ditaburi ribuan balasan rindumu.
Rindu yang sungguh hangat dan jujur, wangi penuh warna.
Hingga berbunga rasa jiwaku.

Tetapi, ini seperti rindu yang selalu kukirimkan kepadamu. 
Sama persis, bagai cermin?
Hingga akhirnya aku tau, bahwa ini adalah rinduku sendiri.. 

Melawan Rindu


waktuku tak mampu membalas,
setiap kata-katamu yang menikam,
sebab situasi mengikatku erat.

setidaknya, aku tetap melawan.!!
setiap terjangan rindumu..


                                     

Pernahkah Kau?


Kau dan aku selalu sama kawan,
 : nikmat didekap sunyi dan begitu dicintai malam.

pernahkah kau memuja-muja bulan sahabat.?
saat aurat sunyinya benar-benar intim memelukmu,
mencucupi tubuhmu hingga ke daerah yang paling rahasia.

dan tanpa sadar kau telah terbujur kaku.!
sementara Bulan,
 : meninggalkanmu bagai pelacur..

Namun kau masih nikmat,
berburu sepi bagai binatang..


                                                                   --Oik Jonathan--

Setiap sayatanmu adalah warna (Oik Jonatan)

Jiwaku kini mulai luntur, Sahabat..
Kata-kataku tak lagi terdengar nyaring
Seringkali hayalku memberontak jaman
Namun situasi mengikatku erat

Dan kau,
terus menikamku dengan kata
yang selalu kau asah dalam sunyi
hingga seruncing taring malam

Tapi,
setiap sayatanmu adalah warna
yang mampu melukis kembali
jiwaku yang tampak pudar..

19 April 2012

Suara

-kesunyian adalah milikku, dan tak ada yang bisa meredamnya--

Ampas Kopi

akulah ampas kopi,
yang kerap kau sesap,
disetiap harimu yang hitam..