06 Februari 2014

Cahaya Kecil

Di antara kita ada cahaya kecil yang diam-diam menyala
Kecil saja untuk dunia yang seluas ini. Cukup sulit
untuk menjaganya tetap abadi
Cahaya itu menyala ketika kita sedang terdiam
di dalam mimpi yang paling beku
Ketika kusingkap debu pada jarak dan waktu tersimpan
Ketika kau pikat jejak jelajah dalam kabut telaga   
  : antara kita ada cahaya kecil yang diam-diam membelah diri


-E- 

Derita Banjir Kecil

“Ibuuu lihat, Banjir mengambil buku-buku dan pakaianku.”
Sambil mengalir Ia berteriak,
“pinjem bentaaar., ada derita kecil yang ingin kutulis dan kudandanin.”

Ibu masih sibuk di teras rumah,
bermain galasin dengan Ciliwung.

-Jan,2014-

Januari Erwiana Pulang

Januari
Hujan menuai banjir di hulu hati
Sinabung berkabung melepas bara api
Erwiana babak belur di siksa mimpi-mimpi
Di Bulan Januari
Sungai-sungai mengapung hutang
Gunung-gunung rayakan orang hilang
Anakku baru saja pulang dari Hongkong
Ah Januari
erosimu telah melongsori
tulang-tulang rangka kalender


 *Erwiana, Korban Penganiayaan TKI, Jan 2014--

Bocah Banjir dan Bumi Kecilnya

Seorang bocah banjir gigil meringkuk ngilu
di sudut ruang terpal. Mimpinya kecil,  
sebungkus nasi dan perahu kecil. Bumi mengambilnya lebih
mengacak mimpi dan fungsi pikir.

Bocah kecil diringkus banjir dalam tidurnya.
Sang Ayah menjemput mengendarai longsor kecil.
Ibu menggenangi bumi dengan air mata kecilnya

dalam dongeng kecil masa kecil Ibunya. 

Mengapung Mimpi

Malam gaduh yang penuh garis ini
Hati resah menyalang pasrah
Bulat bulan tumpah cahaya
Kata-kata pecah menggenang
Ciliwung mengapung mimpi lagi
Persembahan anak-anak Sungai
Dalam perayaan ibadah masal


--Banjir Jakarta, Januari 2014--

Jangan Tidur, Kabut

Sore itu aku tau, Kau biarkan ia terjatuh di jiwaku. Hangat dan hampir tak kusadarkan diri.
-- suaramu terlalu lantang ku dengar,
                meremukkan tulang-tulang, mengacaukan aliran darahku.
                                : menghentak di keramaian.--
Sebenarnya ingin ku-jaga ia tetap tersesat, tersandar lepas di lapang dada ini.
Ketika tiba-tiba semua terasa tenang, semua semakin bimbang. Dia akan menjadi bintang.
                -- suaramu., suaramu kenapa tiba-tiba merayu parau?
                                aku hanya mencoba jatuh tak terarah, tak ingin terpaku pada alam.
                                 : ada cahaya yang diam-diam kaunyalakan.--   
Sebab lelah masih terlalu luas membentang. Setiap langkah akan menjadi sunyi yang mengekang,
menjadi jejak bunga kembang yang tidak sepenuhnya sia-sia.   
-- dadaku sakit, napasku tersenggal-senggal kau dekap.
                 malam memandang pucat pada kita,  memberi waktu pada gerimis
                                 : untuk membaca isyarat daun.--
Sayup-sayup, kuucapkan dari dalam hati,
“jangan tidur Kabut, jangan tidur dalam kabut, nanti kau lelap dan hilang dilahap senja
yang diam-diam iri pada nyala cahaya diantara kita.”


**Kabut Telaga Warna**

13 Desember 2013

Mimpimu Kelak

Kelak nanti aku akan datang melalui mimpimu
Menyentuhmu lembut dan memelukmu diam
Aku akan membawa mimpimu terbang
Lalu kupecahkan menjadi bintang-bintang
Dan kita saling memandang diam
Mengecup dan hilang

“maaak...nenen!”