27 April 2009

KEPADA RI 1 (dari luka 98)

Kami ini denyut nadi Negeri ini,
jika kau sungguh jantung..
Detak-kan lagi waktu,
hingga ke ujung-ujung satu..

(sebab kami seperti sama dan tak beda)

Mari,
sempurnakan nyata
pada dada yang sama..
Jika kau memang ada
Bersama..

(karena kami anak dari ibu pertiwi)

Kemudikan mimpi kami
kearah tujunya
seperti pasti
mengaca pada Pencipta..

(kami merah dan putih penjaga tiangmu)

Mampu,
kan pasti terjadi
Disini..
di sajak-sajak kami
Ada denyut Negrimu..

(tempat darah kami mengalir)

16 April 2009

AIR

bah, tak sempat kau bangunkan aku dulu
bah, begitu cepat kau lumat saat senyap
bah, kugulung kau nanti: seperti kau gulung kami

-situgintung-

12 April 2009

SEPERTI RINDU

Dingin ingin membunuhku
Menyerang dari segala penjuru
Kini melekat sungguh di tubuh

Aku terperangkap hujan yang menyerbu
Di tempat asing kini ku berteduh
Berhayal hangat sesosok tubuh
Yang mungkin datang untuk berlalu

Ini seperti rindu;
yang hinggap di bulu matamu


-babel-

KEPADA SEBUAH CINTA

Karena melihat kau juga seperti buta
dan mendengar menjadikanmu tuli
Hingga bicaramu tak lagi penuh arti

ada waktu yang berenkarnasi, berlalu
Saat malam berganti, tiada lagi rindu
luka yang meliau kini berbuah tahir

Pada cinta yang terbelah, membias
Meleburkan diri di-diamnya sunyi
Menanti anak panah menikam lagi


-lalu-

KAU PUISIKU

aku ingin memilikimu seperti jantung;
dalam detaknya terasa,
menghidupkan

aku ingin menyentuhmu ke dalam hati;
selembut selimut awan,
menyejukkan hari

aku ingin kamu;
seperti pagi dan mentari


-ail-

ABU-ABU

yang telah memudar karena tindak,
juga ada dalam kelam,
menjadi duri akan warna.

yang telah hina untuk tumbuh,
juga kotor karena malu,
menjadi musuh oleh tabu.

seseorang mengaduk warna dalam hidup,
antara hitam dan putih,
menjadikannya abu-abu.


-abu-

KEKASIH YANG MATI

Ada apa di hatimu,kekasih
saat malam berbisik pada bulan purnama
kau telah lupa

Kenapa ada ragumu, kekasih
saat perlahan jelajah suciku menyergap
kau hilang dalam senyap

Kekasih, baca jiwamu dikala sunyi
dalam kenang aku hadir tiada lagi rasa
karena kau seharum melati..


-lalu-