kalau saja malam itu kamu
aku pasti jadi hantumu
kupetik bunga dari kuburan
bawanya dengan ambulan
kucari tempat paling sepi
dan ku ajak kau menari
kalau saja kamu mau
sudah lama aku tau
karna aku takkan berhenti
menggodamu sampai mati
Aku ingin membacamu dengan khusyuk, bagai sebuah Kitab. Lalu aku akan tinggal diam di dalam hatimu untuk membaca diriku sendiri.
31 Mei 2011
Pistol
Pistolku dalam genggamanmu
sia-sia tak kau kokang
saat jariku memicu pelatukmu
Bibirmu juga senjata
hangat mematikan
menembakan bisa liur
Hati itu seperti pistol
berbahaya bila terpicu
peluru adalah cintanya
Saat kuterbangun
hujan menembus loteng
basah sudah mimpiku..
sia-sia tak kau kokang
saat jariku memicu pelatukmu
Bibirmu juga senjata
hangat mematikan
menembakan bisa liur
Hati itu seperti pistol
berbahaya bila terpicu
peluru adalah cintanya
Saat kuterbangun
hujan menembus loteng
basah sudah mimpiku..
09 Februari 2011
Gadis Kerudung Bulan
Perjalanannya masih panjang
Tapi tubuh sudah kering kerontang
Umurnya masih muda waktu
Seumur pohon tebu, lagi manis-manisnya di seduh
Tapi jalanan mendandaninya debu
Mendidiknya lewat cuaca, menelanjangi mata kata
Ayahnya adalah malam, ibunya sudah lama tak pulang
Ukulele saudari sematinya, tanpanya makan jadi basi
Gadis berkerudung bulan
Jual suara di bawah rembulan
Mimpinya tak besar. Cuma cukup untuk semalam
Sesekali bulan mati. Sesekali malam mencurinya
Tapi tubuh sudah kering kerontang
Umurnya masih muda waktu
Seumur pohon tebu, lagi manis-manisnya di seduh
Tapi jalanan mendandaninya debu
Mendidiknya lewat cuaca, menelanjangi mata kata
Ayahnya adalah malam, ibunya sudah lama tak pulang
Ukulele saudari sematinya, tanpanya makan jadi basi
Gadis berkerudung bulan
Jual suara di bawah rembulan
Mimpinya tak besar. Cuma cukup untuk semalam
Sesekali bulan mati. Sesekali malam mencurinya
Pinorbo
“Maaf buah mangganya sudah habis,
tapi aku masih menyimpan kulitnya.”
Aku tak suka mangga
aku lebih mencintai kulit pisang
agar bisa kuletakkan ditengah jalan
Karena;
Puisiku naksir kibaran sarungmu
tapi aku masih menyimpan kulitnya.”
Aku tak suka mangga
aku lebih mencintai kulit pisang
agar bisa kuletakkan ditengah jalan
Karena;
Puisiku naksir kibaran sarungmu
Sebatang Sisa
Sebatang malang
Tak kan ku hisap
Walau bibir memaksa
Dan dingin me-nganga di dada
Sebatang sisa
Tak ada perkara
Meski mengusik jemari kata
Biar malam kubakar lara
Sebatang sisa semalam
Terbakar dalam angan
Jadi asap melayang awam
Tak kan ku hisap
Walau bibir memaksa
Dan dingin me-nganga di dada
Sebatang sisa
Tak ada perkara
Meski mengusik jemari kata
Biar malam kubakar lara
Sebatang sisa semalam
Terbakar dalam angan
Jadi asap melayang awam
Cermin Tua
Bulat tak sempurna
Karena retak di tengah
Sore hari kau bilang tampan
Paginya bungkam suara
Menunggu setia sudut ruangan
Pantulkan sepi hingga ke ujung
Entah berapa tampang sudah terekam
Sementara Tuan telanjang diri
Carmin tua tampak sendiri
Karena retak di tengah
Sore hari kau bilang tampan
Paginya bungkam suara
Menunggu setia sudut ruangan
Pantulkan sepi hingga ke ujung
Entah berapa tampang sudah terekam
Sementara Tuan telanjang diri
Carmin tua tampak sendiri
Senja Borneo
Hari ini aku melukis senja
Di tepian laut borneo
Dengan kata-kata dari bulat mata
Hari ini senja melukisku
Dengan kuas awan langit borneo
Lukisan lelaki di dermaga kayu
Biru langit, coklat kayu
Barisan perahu tepi laut
Berbatas senja di cakrawala
Kami saling melukis diri
Di tepian laut borneo
Dengan kata-kata dari bulat mata
Hari ini senja melukisku
Dengan kuas awan langit borneo
Lukisan lelaki di dermaga kayu
Biru langit, coklat kayu
Barisan perahu tepi laut
Berbatas senja di cakrawala
Kami saling melukis diri
Langganan:
Postingan (Atom)