Aku ingin membacamu dengan khusyuk, bagai sebuah Kitab. Lalu aku akan tinggal diam di dalam hatimu untuk membaca diriku sendiri.
19 April 2012
30 November 2011
Tentu Saja Kau Tau
Ada rindu yang meresap di ubun-ubunmu
rindu yang ku ucapkan dengan mantra yunani kuno
rindu yang sebesar gajah yang kutiup melayang sebrangi laut
rindu yang padat mengental, sampai-sampai rindu itu kian membatu
dalam kepalamu, terlebih lagi di kepalaku..
asal kau tau saja,
jantungku ini telah kubagi dua
satu untuk sarapan pagi ini
satu lagi, telah kuselip di saku hatimu..
Tentu Saja (i2)
Ada rindu yang meresap di ubun-ubunmu
rindu yang ku ucapkan dengan mantra yunani kuno
rindu yang sebesar gajah, yang melayang seberangi laut
rindu yang padat mengental, sampai-sampai rindu itu
kini telah membatu
dalam kepalamu, terlebih lagi di kepalaku..
seandainya kau benar-benar tau,
jantungku ini telah kubagi dua
satu untuk hidup, satu lagi kuselip di saku celanamu..
rindu yang ku ucapkan dengan mantra yunani kuno
rindu yang sebesar gajah, yang melayang seberangi laut
rindu yang padat mengental, sampai-sampai rindu itu
kini telah membatu
dalam kepalamu, terlebih lagi di kepalaku..
seandainya kau benar-benar tau,
jantungku ini telah kubagi dua
satu untuk hidup, satu lagi kuselip di saku celanamu..
12 September 2011
Bungaku
bungaku jangan kau ragu, hujan kan datang sirami tubuhmu
bungaku jangan kau layu, mentari kan datang hangatkan harimu
sekuntum bunga dari utara
tumbuh mekar di halaman rumahku
wajahnya ayu dan menawan
wanginya membuat hati tertawan
sekuntum bunga warna merah
daunnya hijau penuh
ingin kupetik tapi takut melukai
sekuntum bunga dari utara
mengetuk-ngetuk pintu hati
Mari Tentukan Arah
Angkat suara dalam satu gelas
Bakar semangat dengan sangat
Agar malam menyala di jiwa
Bagai serigala lapar akan darah
Mari Berkumpul tentukan arah
Hari ini tinggal sebentar saja
Habiskan semua pedih dan perih
Tenggak semua sisa-sisa sepi
Bagai kalilawar beterbangan
Susuri sudut-sudut malam
Kawan dan sahabatmu menunggu disana
Tanpa lawan mereka menyerah
Menghadapi malam penuh taring
Bagai anjing yang hilang arah
Di tengah kota yang gila
Mari bersama tentukan arah dan tujuan
Ke tengah-tengah kota yang gila, dan hilang arah
Lupakan sejenak esok pagi yang beringas
Mimpi Tak Bertepi
Ayunkan langkah pasti menerobos kedalam sepi
Memupuk tumbuh melati dalam mimpi tak bertepi
Genggam tangan bersama hadapi merahnya dunia
Arungi jiwa, menabur benih agar tumbuh dan bersemi
Rintangan berbuah pasti, sejuk damai disetiap pagi yang ceria
Hangat sahabat kan membawa senyum tawa bagi dunia
Teruslah bermimpi jangan berhenti
Bawalah damai sampai ke tepi
Luas lautan tempat kau bebas mencari
Burung-burung takkan terbang sendiri
Tanah daratan tempat teduh bernyanyi
Bunga-bunga wangi kan mewarnai hari
Teruslah bermimpi jangan berhenti
Bawalah damai sampai ke tepi
Langganan:
Postingan (Atom)