07 Februari 2013

Inginku

Aku ingin mencintaimu dengan doa
Yang tak sempat diucapkan bibir
Pada sebuah kecup di kening

Aku ingin kamu menjadi cahaya
Di setiap malam penuh gerimis
Yang menghujani luas haus ini

Inginku adalah gelisah yang tak-kan  kunjung selesai

-D-

Ingin Sekali


Di punggung pagi yang masih belia saya termenung diatas bukit yang rimbun
Jiwa belum lengkap masih tertinggal di sudut-sudut mimpi dalam namamu
Daun-daun basah nan hijau ucapkan salam pada merdu cericit anak-anak burung
Wangi tanah, warna bunga, serat-serat cahaya bertebaran disekitar hati yang gelisah
Aku ingin benar-benar yakin masih berada disini, di sebuah entah tanpa cinta

Namamu yang kerap kali mengetuk-ngetuk pintu hayalku seakan mulai tampak pudar
Tersapu angin yang terus-menerus berhembus, menerbangkan sisa-sisa api unggun
Wajahmu yang meneduhkan ingin sekali kuterka isyarat-isyaratnya dalam sunyi kelana
Matamu yang seringkali lembab berbinar, senyummu yang kerap kali terasa hangat
Tak mampu menyimpan rahasia dalam kenangan masa lalu, ingin sekali ku hapuskan

Ingin sekali kulukis sebuah hati yang jujur di keningmu
Dengan warna yang tulus di dalam kanvas waktu yang bening
Seperti sebuah doa dan air mata di malam yang penuh bintang

Inginku adalah cahaya bulan
Yang terjatuh diluas padang sepimu
Diluas hati gelisahku

--D-

08 Januari 2013

penyiar-penyair

kalau kamu mau jadi penyiar mungkin aku mau jadi penyair juga.!

Kacamatamu


dari balik kacamata itu ada rindu
yang tak henti-hentinya bergemericik merdu
disekujur tubuhku yang hampir penuh
penuh dengan kekosongan yang kian melompong

dibalik kacamatamu itu ada rindu
sedang berdiri menunggu
keterbukaanmu yang sungguh

Pertemuan Ketiga


disepanjang hari, jari-jarinya sibuk menindis-nindis mainan barunya
aku jadi canggung, mau bicara padanya atau mainan barunya
aaah., biar sajalah!
toh nanti juga aku menjadi mainan baru baginya..

Pertemuan Kedua


Saya terpanggang bersama ikan-ikan bakar
Dimalam taun baru yang penuh berkat
Disamping ibunya yang sedang berkeringat

Langit merayakan pertemuan itu
Dengan pecahan-pecahan bintang yang diledakkan
Menjadi serpihan-serpihan mimpi yang terberkati
               
--malam taunbaru--

Pertemuan Pertama


semenjak bertemu kamu
saya jadi sering senyum-senyum sendiri

disebuah toko buku tempat janji bertemu
saya menyodorkan segalanya untuk kau simpan
kau menyimpannya dalam dirimu yang paling dalam
segalanya yang aku tau tentang kedalaman

lalu, kita berjalan bersama
mencoba melepaskan jarak yang ada
saling melempar senyum, mengumbar tawa
berusaha santun dipertemuan pertama

sampai akhirnya terlukis sebuah rindu
yang membuatku tersenyum sepanjang waktu