07 Februari 2013

Ingin Sekali


Di punggung pagi yang masih belia saya termenung diatas bukit yang rimbun
Jiwa belum lengkap masih tertinggal di sudut-sudut mimpi dalam namamu
Daun-daun basah nan hijau ucapkan salam pada merdu cericit anak-anak burung
Wangi tanah, warna bunga, serat-serat cahaya bertebaran disekitar hati yang gelisah
Aku ingin benar-benar yakin masih berada disini, di sebuah entah tanpa cinta

Namamu yang kerap kali mengetuk-ngetuk pintu hayalku seakan mulai tampak pudar
Tersapu angin yang terus-menerus berhembus, menerbangkan sisa-sisa api unggun
Wajahmu yang meneduhkan ingin sekali kuterka isyarat-isyaratnya dalam sunyi kelana
Matamu yang seringkali lembab berbinar, senyummu yang kerap kali terasa hangat
Tak mampu menyimpan rahasia dalam kenangan masa lalu, ingin sekali ku hapuskan

Ingin sekali kulukis sebuah hati yang jujur di keningmu
Dengan warna yang tulus di dalam kanvas waktu yang bening
Seperti sebuah doa dan air mata di malam yang penuh bintang

Inginku adalah cahaya bulan
Yang terjatuh diluas padang sepimu
Diluas hati gelisahku

--D-

Tidak ada komentar: