26 Juni 2009

KECUPAN MEI

Malam mengajakku berdansa
Mengitari sudut-sudut sunyi bumi
Ketika langkahnya yang ke seribu
Digenggam erat dingin jemariku
Menjelma senyum rembulan Mei
Didaratkannya sebuah kecup berduri
Yang hangat, mengejutkan di bibir utara
Melekat sungguh, dalam bisikan demokrasi
Membunuh kegelisahan musim penghujan

Tidak ada komentar: